KETIKA ADIK BERTANYA tentang Jatuh Cinta

KETIKA ADIK BERTANYA tentang Jatuh Cinta
(Cerita di suatu siang, dengan sangat antusias)
 
Suatu hari, di sebuah teras musola sebuah sekolah, kami sedang duduk-duduk. Seorang adik bertanya,” Mba, jatuh cinta itu salah nggak sih?”
“Tentu aja enggak. Jatuh cinta itu hal normal yang dialami manusia.”
“Mba tapi tu, suka kepikiran terus. Boleh nggak sih kita benci? Biar nggak kepikiran terus?”
“Orang yang dijatuhcintai itu nggak salah apa-apa jadi ngga boleh dibenci. Apalagi kalo satu kelas, satu organisasi, nanti cuma gara-gara masalah itu, amanahnya jadi kena imbasnya. Misalnya seharusnya kita ngurusin acara, karena menghindari orang tsb, acara kita (yang ada diamanah itu) jadi berantakan.
Lalu kembali ke pembahasan jatuh cinta.
“Tadi tanya apa Dek?”
“Jatuh cinta tu kaya mana to? Dosa nggak?” yang lain menimpali.
“Jatuh cintanya nggak dosa. Tapi yang jadi masalah berdosa atau nggaknya setelah jatuh cinta. Apakah dengan ujian itu kita jadi malu sama Allah atau malah kita pacaran misalnya. “
“Mba bedanya nafsu sama cinta tu apa to?”
“Cinta itu ya, tau-tau suka aja, nggak direncanain kan, besok mau suka sama si A, apa si B. Makanya cinta itu fitrah. Nah nafsu itu sebenernya bukan yang ekstrem-ektrem misalnya kaya ber**** (bikin hamil), tapi nafsu itu ya perasaan kita yang menuruti keinginan setelah “jatuh cinta” itu namanya nafsu.”
“Berarti banyak banget zina perasaan.”
“Mbak…” ucap yang lainnya.
“Dirimu juga jatuh cinta? Kirain nggak kenal begituan, Dek? Hehehe.” ledekku.
###
“Ya, ujiannya orang yang belum nikah apalagi masih masa-masa anak sekolah itu ya VMJ. Nanti kalo udah nikah ujiannya lebih berat lagi, yang anaknya …(belum selesai)
“Nakal.” imbuh seorang adik. ( Bukan nakal sih sebenernya, agak susah diatur, hhe ^^)
“Atau nggak ada uang buat bayar sekolah.”
Seorang adik menanggapi setuju.
“Itu perjuangan kita, Dek, tetep di jalan Allah atau melupakan sama yang memberi cinta. Kalo karena jatuh cinta kita makin deket sama Allah, maksudnya bukan deket sama Allah lantaran orng yang kita jatuhcintai-i lho, beda, kalo yang begitu, biasanya kalo udah nggak suka kita malah jadi lupa sama Allah yang tadinya rajin ibadah jadi males (inget orang itukan?) Maksudnya, kalo karena jatuh cinta kita jadi malu sama Allah, kok malah mikirin makhluknya Allah terus dari pada Allahnya, terus kita semakin deketin diri supaya nggak inget orang itu, nah itu pengorbanan kita, ke Allah saat diuji sama VMJ.”
 
Line: Hijrahin hati ke Allah emang ga gampang, tapi disitulah perjuangan kita untuk tetep di jalanNya, semoga Allah kasih kemenangan (surgaNya Allah), ujian terberatnya orang-orang yang belum nikah (seperti kalian yang masih ada di masa-masa sekolah, termasuk mba) Besarnya pahala, sesuai dengan besarnya pengorbanan, wallahu’alam, Kebenaran cuma milik Allah.
Menceritakan kembali, curcolan adek-adek sekolah, semoga bermanfaat. Sila share jika bermanfaat.
(Sedamai Lazuardi)
FP: Sedamai Lazuardi
 
 

Jejak Angin Payung Batu dan Selagai

Preview 🙂

Aiharabettychan's Blog

FARIS CEMUNGUD EA! (Jejak Angin Payung Batu dan Selagai)

Ih, alay banget sih judulnya?

Foto0528
Bismillaah, ini judul bukan sekadar judul.

Sabtu, tepatnya 3 syawal, atau 10 Agustus 2013. Alhamdulillaah, kita bisa silaturahmi ke Lampung Tengah. Tepatnya di daerahPubiyan, atau lebih tepatnya lagi di Payung Batu. Namanya unik. Seunik jalannyayang kami gelari jalan pahala. Sempet pengen buat tulisan dari kata “JalanPahala”. Tapi, judulnya jadinya ganti.

Kenapa pakai judul Cemungud Ea? Ini karena aku sendiri sering melihat Riyan E kalau lagi up-stat, suka pake kata “EA”. Padahal waktu ngebacanya udah islami-islami, eh ada kata “EA”-nya. Hehehe 😛

Judul ini berawal dari seseorang yang ikut halal bi halal,dia ini khawatir banget kalau naik angkot, karena takut M***** 😀 dengan indikasipusing. Tapi sih, aku yakinnya dia gak bakal, hehehe. Dan terbukti,Alhamdulillaah gak sampai. Jadi kita untuk nyemangati dia, dan juga seorang lagi dengan kata,”Cemungud Ea!” supaya terhibur, hehehe.

Udah ya, pasti ngga sabar gimana…

Lihat pos aslinya 1.562 kata lagi

RESENSI BUKU KITAB CINTA DAN PATAH HATI

RESENSI BUKU

Oleh Betty Permana
Judul Buku : Kitab Cinta dan Patah Hati
Penulis : Sinta Yudisia
Editor : Mastris Radyamas
Penerbit : Indiva
Cetakan : I. Rajab 1434 H./Juni 2013
Tebal : 348 halaman.; 19 cm.
ISBN : 978-602-8277-99-0

Cinta merangkum sekian banyak ekspresi dan emosi, hingga tak mudah mendefinisikan kecamuk; resah, gulana, waswas, khawatir, cemburu, sekaligus bahagia, kegembiraan kanak-kanan, optimisme, dan keriangan yang kadang tak terkendali.
Mereka yang merasakan cinta melihat warna hidup lebih berbeda. Mendung bukan kelabu, namun pertanda hujan. Hujan bukanlah basah kuyup, tapi aura romantisme. Panas tidaklah terik, namun rasa hangat yang melempangkan waktu untuk bertemu. Lelah bukan pertanda letih, sebaliknya ujicoba kesungguhan kesetiaan.

Itulah secuplik isi dalam buku “Kitab Cinta dan Patah Hati”, karya Sinta Yudisia. Seorang penulis lebih dari empat puluh buku. Baik Novel maupun buku seperti yang satu ini. Seperti judulnya, buku non fiksi ini berisikan seputar cinta dan juga patah hati. Tidak sekadar mengulas definisi dan tabiat-tabiat orang yang sedang fall in love atau broken heart, buku ini menawarkan sisi yang berbeda. Seperti pada bagian cinta yang memuat lagi sepuluh bagian. Buku ini membahas proses terjadinya cinta secara ilmiah dan psikologis. Bagi pembaca yang akademis, akan menyukai teori-teori akurat ini untuk dijadikan ilmu yang bermanfaat. Ini mengubah pemikiran orang-orang tentang cinta yang selalu dekat dengan perasaan atau just feel.

Mari kita intip sedikit lembaran demi lembaran pada buku apik ini. Dibuka dengan pengantar petikan syair Jalaluddin Rumi. Jalaluddin Rumi sendiri merupakan penyair tersohor dari negeri Afganistan yang lahir di Balkh pada tanggal 6 Rabiul Awwal tahun 604 Hijriah, atau tanggal 30 September 1207 Masehi. Di bagian mula buku ini tampak layaknya buku-buku non fiksi pada umumnya. Mendefinisikan cinta baik dari segi harfiah maupun filosofi budaya dari berbagai penjuru dunia. Bergeser ke lembar selanjutnya, kita akan di hadapkan dengan sebuah pertanyaan,” Apakah Ini Cinta?” Dalam buku ini diulas mengenai Interpersonal Attraction, Triangular Love menurut Robert Stenberg, Skala Cinta Zick Rubin hingga kita yakin benar-benar cinta atau sekadar suka?

Masuk kebagian ketiga, Pada bagian ini, pembaca lebih memahami bagaimana cinta itu bisa datang. Tentu bukan soal perasaan tapi bagaimana kerja ilmiah buku ini mulai menambah pengetahuan kita tentang bagaimana kinerja hindbrain, midbrain, dan forebrain sampai ke limbic system dimana limbic system adalah pusat lokasi emosi. Seperti kita tahu emosi bukan tentang kemarahan melainkan perasaan seseorang, artinya bisa senang bisa sedih, bisa suka, atau tidak suka, bahkan bisa benci atau cinta. Lengkap dengan gambar-gambarnya. Sangat bagus untuk dijadikan referensi.
Pembahasan selanjutnya di bagian cinta; Perilaku Cinta, True Love, Cinta Sejati, Menemukan Cinta Sejati (ini bagian menarik), Menjalankan Cinta dan Mempertahankan Cinta (bagian ini tambah menarik), Di mana Kau Cinta (bagian ini jadi seru)?, Kisah Cinta Sejati; Hati terjalin, Sejarah Terukir.

Kita buka lembaran selanjutnya, “Patah Hati.” Cocok buat yang sedang galau ditinggal tunangan, upst! Bagian pertama dalam part Patah Hati ini sama seperti part Cinta, mendefinisikan apa itu patah hati. The next chapter ada; Bila Harus Patah Hati, Patah Hati Dari Mana Harus Memulai?, Obat Patah Hati, Kisah-Kisah Patah Hati, Legenda Literatur Klasik Cinta dan Patah Hati. Tiap bagiannya manarik untuk dibaca, dan dipahami. Dalam buku ini juga digoreskan kisah-kisah sejati dan juga patah hati yang dari tadi harus saya katakan menarik sekali. Tidak sekadar mengenal Romeo and Juliet, kita akan diajak mengenal sisi yang berbeda dari Nepoleon Bonaparte. Cleopatra dan Marc Antony, Cleopatra yang terkenal dengan kecantikannya. Cleopatra merupakan salah satu keturunan Dinasti Ptolemaik dari Yunani. Nama Cleopatra sendiri disematkan sebanyak tujuh kali, mulai dari Cloepatra I hingga Cleopatra VII. Tetapi yang disebut sebagai Cloepatra dengan kecantikan Dewi Venus adalah Cloepatra terakhir. Pascal menggambarkan kecantkan Cleopatra secara matematis,”Andai hidung Cleopatra sedikit lebih pendek, dia tak akan mengguncang dunia.” Kisah lengkapnya yang seru dapat Anda arungi dalam buku bernuansa merah jambu dan ungu ini.

Tak hanya mengenal kisah indah dalam peradaban Eropa-Barat, buku yang dikemas dengan gambar bunga-bunga ini pun menangkupkan kisah cinta agung Rosulullah beserta para istrinya, Utsman bin Affan dan Nailah binti al Farafishah-Pedang yang Memisahkan Cinta, Idris bin Abbas bin Usman bin Syafii dan Fathimah binti Ubaidillah, siapa yang tak mengenal kitab Al Umm, salah satu kitab fikih terkenal karya Imam Syafii? Perjalanan cinta beliau dengan istrinya yang juga seperti ibu dan keluarga, yang tegar tak pernah mengeluh, memberikan yang terbaik untuk suaminya, sehingga tak pelak Imam Syafii lahir dan tumbuh menjadi alim ulama. Lalu kisah yang terkenal dengan kemegahan arsitektur bangunan di negara Sungai Gangga, Shah Jahan dan Mumtaz tak terlewatkan untuk diabadikan dalam buku ini. Kisah lainnya ada Umar bin Abdul Aziz dan Fathimah binti Abdul Malik bin Marwan: antara Giwang Mariah dan Red Jewel of Soul, sebuah kisah manis dari putri yang memiliki ayah seorang pemimpin negara yang menguasai Syam, Irak, Yaman, Iran, hingga Mesir, Sudan, Al jazair, Tunisia, dan Spanyol. Sangat tak terbayangkan sebuah cinta sederhana mamapu membuat seorang perempuan jelita, terhormat, bernasab mulia, dengan perlindungan sempurna dari ayah dan kerabat laki-lakinya lebih memilih seorang pendamping yang bahkan tak memberikan rasa kenyang dan layak. Sejumput kisah Abu Darda’ dan Hujaimah binti Huyay: Meminang untuk Surga, benar-benar membuat Anda lebih terkesan tentang seorang Hujaimah yang masih muda dan cantik yang ditinggal Abu Darda untuk selamanya, demi surga dan tetap menjadi sepasang kekasih di surga. BUKU

Apa aku teman?

Izinkan kami berteman. Hanya ingin seperti dulu, berteman biasa. Aku tahu, sejak hari itu, aku seperti tersadar. Sepertinya aku bukan benar-benar temannya. Sebab jika ya, setidaknya memberi kabar. Aku tetap like/koment, karena hanya ingin menjaga pertemanan yang sudah ada lebih dulu. Tapi seperti asing. Bahkan aku tidak tahu salahku dimana? Kami seperti orang tidak kenal, ibarat di satu atap, hanya berlalu-lalang, tanpa bertegur. Ah, hanya sebuah maya, untuk apa dipikirkan dalam-dalam. Tetap simpan rasa persahabatan, tetap ingat kebaikan, tetap anggap teman. Agar matiku, setidaknya tidak membawa dosa tambahan. Maafkan aku ya Allah ….

PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA INSPIRING TRUE STORY KISAH GOKIL PHOBIA!

Lampung, 23 April 2014 pukul 23:48 WIB

Assalamu’alaikum pemirsah!
Met malem all.
Pasti kalian gak sabar nungguin pengumuman lomba inspiring true story about phobia 😀
Setelah rangkaian ceremoni, mulai dari penampilan artis-artis ibu kota, jeda iklan film-film yang sudah kalian tonton di rumah masing-masing, akhirnya saya selaku pembuat acara ini akan mengumumkan pemenang lomba ITS ini!

Jreng… jreng….
Siapakah?
Hm, sebelum langsung jedor ke pemenang. Sedikit kasih mukodimah deh. Walau pasti kalian jarang baca mukodimahnya, karena udah gak sabaran.
Oya, tapi dari pada kalian penasaran mending saya kasih tahu aja deh juara-juaranya! 😀

Pake sound musik, icak-icaknya. Teretetet….
Juara 1: Makhluk dalam Gulungan Daun
Juara 2: Dina Vs Kaki Seribu
Juara 3: Darah? Oh Noo!!

Eiiit, liat dulu namanya ya…Sapa tau judulnya mirip, hhhe, sengaja buat penasaran 😀
Ayo baca teruzzz….
Keputusan dewan juri tak bisa diganggu gugat lho ya! Baca sampe abis, soalnya 15naskah terbaik akan diusahakan terbit. Dari 32 peserta dari berbagai provinsi, dari Sumatra, Jawa, Bali. Ada juga Manado, dan lainnya yang mungkin tak tersebut, baru sedikit yang memenuhi kriteria untuk diupayakan terbit. Namun, saya memberikan kesempatan untuk merevisi naskah-naskah Anda, agar nanti bisa benar-benar lolos.
Untuk sementara, yang saya paparkan adalah naskah yang saya beri nama “Calon Naskah Dibukukan”, tidak seperti sebelumnya seperti di info lomba.
Oya, terima kasih doanya dari kalian yang sempat inbok menanyakan  lomba ini, dikarenakan kemarin pengumuman diundur. Iya, alhamdulillah salah satu juri sudah sehat. Mohon doanya, bayinya diberi keselamatan 🙂

Hhhhe, keep calm guys!
Saya tau kalian ini tahan napas, penasarankan….?
Tapi mata kalian, tetap sabar baca tulisan ini. Peace^_^v

Juara 1 bernama : Susi Lestari
Juara 2 bernama : Yandigsa
Juara 3 bernama : Rinta Wulandari
Selamat kepada tiga jawara kali ini! ^_^
Segera like page Sedamai Lazuardi,  jika belum, agar tidak ketinggalan info.
Kirimkan inbok alamat lengkap, nomor hape aktif, akun FB, Twitter jika ada.
Ini berlaku untuk tiga jawara dan Calon Naskah yang dibukukan.

 

Juri lomba ini yang pertama saya sendiri selaku yang punya page/halaman baru ini. Profil saya sih masih sedikit ya. Masih penulis mula juga kaya kalian. Alhamdulillah udah ada buku solo, lagi proses tapi,,hehehe, sama aja boong. Prosesnya lagi pengetikan,,hhha gegoh gawoh alias sama aja. Ada yang sudah di tangan penerbit, semoga ga lama lagi muncul di toko-toko buku kesayangan Anda.
Baru nulis sekitar 7 buku antologi, baru bisanya keroyokan. Beberapa kali tiap tahun dapet piala, pernah ada dalam setahun bolong gak ada piala juga. Ya masih banyak kalahnya dari pada menangnya. Beberapa kali sempet mejeng cerita anaknya di koran lokal.
Baru-baru ini mencoba dunia dongeng, mendongeng di rumah cahaya FLP. Oya, saya saat ini salah satu pengurus FLP Metro-Lampung. Lalu belum lama masih dalam suasana FLP tapi di tempat berbeda saya belajar mendongeng buat anak-anak nelayan.
Di ranah lokal, (bisa dibilang ) jadi juri tetap di sebuah sekolah yang tiap tahunnya ngadain event tahunan yang rangkaian acaranya ada lomba kepenulisan.
Selain itu diamanahi jadi juri di tempat-tempat lain.

Juri II
Mbak Asri Istiqomah
Penulis buku “Buanglah Pacar pada Tempatnya!”, “Kamu Cantik dari Hatimu”, “Jangan Lebay Karena Cinta”, “Buku Asyik Si Cewek Cantik”. Beliau juga editor dari penerbit Indiva Media Kreasi. Selain itu (bukan promo tapi kok mirip,,hhhe) beliau juga aktif di FLP atau Forum Lingkar Pena, Solo. Beliau sudah senior 🙂

Yang dinilai dalam naskah-naskah ini adalah :
1. EYD / Kerapihan dalam tulisan.
2. Pesan
3. Diksi
4. Alur
5. Pemenuhan syarat.
6. Tambahan, sesuai tema lombanya Inspiring True Story jadi, juri juga mempertimbangkan tidak hanya lucu tapi terselip hikmah di sana.
Dalam penjurian, especially saya, ada naskah yang bagus, sebenarnya bisa masuk hanya saja dia mungkin lupa atau apa tidak mencantumkan cara mengatasi phobianya. Jadi ada kekosongan nilai.
Selain itu, walau ada yang tidak menshare info lomba, hayooo ngaku… 😀
ini masih ditidakapa-apakan oleh juri, akan tetapi ada naskah-naskah yang kurang sesuai dengan prasayarat yang sudah ditentukan. Sehingga belum berkesempatan juara. Mungkin kurang teliti, karena dikejar DL. So, semoga tetep semangat!!! 🙂
Daftar Calon Naskah dibukukan:
1. NO!!!! Untuk Makhluk Kecil Berbulu dan Suaranyaaaaaa >,< !!! Oleh Indar Ratu
2. Tikungan Mengilukan oleh Mulyanti S.Pd
3. Rico oleh Ulin Nurviana
4. Dia Tak Sehalus Kulitnya oleh Rini Rosita
5. Tikus Sakti oleh Syafrilia Ryan Fitri Andriyani
6. Temenin, Yuk oleh Marlia Alvionita
7. Darah yang Membawa Derita oleh Al Wirdah
8. Phobia dengan Kodok oleh Anita Riyani
9. Ayam Sorry Goodbye oleh Chandra Widy Hartanto
10. Phobia Ulat Bulu oleh Siti Rizky Amallia
11. Hewan Berkaki Seribu oleh Anita Melilia Sari
12. Oh Karet Oleh Muklis Saputra
13. ICHTHYPHOBIA oleh Tiesya Novia Nur Perdana
14. GARA-GARA CACING oleh:Rinpaka Maida
15. Ada Belatung di Matamu oleh Raudhah Annissa
16. Tiana Sang Hematophobier oleh Rindang Yuliani
Silakan yang punya naskah di atas like page Sedamai Lazuardi agar komunikasi tetap terjaga, kirim nomor hape, alamat rumah lengkap, akun FB (wajib), akun twitter jika ada. Akan ada nanti setelah direvisi, pengerucutan 11 naskah yang akan diloloskan.
Nah apa saja yang direvisi?
Untuk lebih jelasnya setelah kalian inbok syarat-syarat itu, nanti pernaskah in syaa Allah saya kasih penjelasan, mana-mana saja yang harus direvisi.
10 besar nanti akan mendapat E-Sertifikat!

Oke salam semangat, dan berkarya! And keep smile 🙂

Terima kasih atas partisipasi teman-teman semua…!